TUGAS: 3.3.a.10- Aksi Nyata
Tes Minat, Bakat dan Keperibadian - MBK
(Program yang Berdampak Pada Murid)
Nur` aini Fikri, S.Pd., M.Pd_CGP4 Lombok Timur 2021/2022
nurainifikri787@gmail.com
SMAS NW Anjani
“Lakukan yang terbaik di semua kesempatan yang kamu miliki”
(*Modul 3.3 Buku Guru Penggerak*)
A. PR0GRAM K0-KURIKULER (TES MBK)
Sekolah menjadi satu wadah dimana murid-murid dapat bertumbuh untuk mendapatkan pengalaman hidup yang baru melalui proses belajar dan pembelajaran. Proses ini tidak saja mengenai bagaimana menemukan dan mendapatkan serta mengenal ilmu pengetahuan, namun murid-murid juga mendapatkan keahlian baru dimana pengalaman mereka atas pengetahuan dan keahlian yang dimiliki ini menjadi satu proses yang juga dapat membantu melengkapi bagaimana baiknya bersikap dan bagaimana mengambil sikap.
Tentu saja pengalaman belajar dan pembelajaran ini, dapat dimaknai murid-murid, saat bapak dan ibu guru memberikan kesempatan untuk mereka dapat mengutaran pendapat/suara (baik ketidaksetujuan atau persetujuan atas sesuatu), bapak dan ibu guru dapat mendengarkan, mempertimbangkan dan menerima pilihan yang mereka baik yang sama maupun yang berbeda atau bagaimana dan apa yang murid-murid perlukan dalam proses mendalami ilmu dan menambah keterampilan mereka, serta bapak dan ibu guru juga perlu menguatkan bagaimana murid-murid juga menyukai, mencintai, bertanggung jawab, merasa memiliki, berpartisipatif serta bertanggung jawab atas suara dan pilihan yang sudah dibuat murid-muridnya.
Suara, pilihan dan kepemilikan murid, menjadi satu yang penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna sekaligus menunjukkan jiwa kepemimpinan mereka. Salah satu yang kemudian diapresiasi sekolah kami (SMA NW Anjani) melalui ide bapak wakil kepala bidang kesiswaan, akhirnya untuk kali pertamanya, sekolah kami mengadakan kegiatan / tes Bakat Minat dan Kepribadian (BMK) kepada 46 siswa-siswi baru hasil pendaftaran pada PPDB 2o22 gelombang 1, yang diperuntukkan sebagai sarana untuk menjaring suara, pilihan dan rasa kepemilikan murid.
B. TUJUAN
Tujuan dari tes MBK ini:
1. Sekolah melalui guru pembina 0SIS dan guru BK serta kesiswaan mendapatkan peta Minat, Bakat dan kepribadain murid-murid baru.
2. Guru mendapatkan data tentang variasi atau sebaran MBK siswa-siswi yang baru sehingga Guru dapat lebih beragam dalam menyampaikan/membawakan materi pembelajaran mereka, dengan harapan setiap atau beberapa keompok anak dapat dengan siap dan mampu menerima pembelajaran mereka dengan baik.
3. Sekolah mendapatkan peta MBK murid-murid dan menjadi data untuk pemberian alokasi dana untuk kegiatan yang mereka ikuti, data yang membawa pada perubahan dan perhatian akan minat dan bakat murid-murid sehingga kebijakan yang diambil sekolah dapat masih berpihak/memenuhi kebutuhan belajar murid-murid.
4. Sebagai bahan data untuk murid-murid, guru-guru, pihak sekolah mudah mengenali asset-aset yang dimiliki untuk dapat dimaksimalkan penggunaannya sesuai dengan kapasitas masing-masing serta melakukan evaluasi perubahan.
C. TOLOK UKUR
Keberhasilan tes MBK ini dapat diukur dengan:
1. Berjalannya tes dengan lancar dengan bantuan pihak-pihak terkait serta memberikan makna pembelajaran yang berkelanjutan.
2. Terjalinnya kemitraan antara CGP dengan rekan sejawat (dalam hal ini pembina oSIS dan Waka kesiswaan) di sekolah karena memiliki proses yang memberdayakan dan dapat mengembangkan potensi bersama sebelum, saat dan setelah praktik tes dilaksanakan.
3. Berhasilnya tes MBK khusus di siswa-siswi kelas X (SMAS NW Anjani).
4. Tes MBK ini dilaksanakan CGP dengan sasaran murid-murid kelas X demi menunjang otimalisasi pembelajaran.
5. Adanya data MBK murid-murid yang bertujuan peningkatan kapasitas diri (munculnya potensi).
6. Adanya data MBK yang dapat dipergunakan guru untuk mengintegarsikan pembelajaran yang berdiferensiasi dan terintegrasi sosial dan emosional.
7. Adanya hubungan baik (komunikasi) yang memenuhi makna kemitraan, pemberdayaan dan optimalisasi antara CGP, rekan sejawat dan murid-murid serta warga sekolah lainnya dengan didukung suasana pembelajaran yang lebih berpihak pada murid dan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, membahagiakan dan memerdekakan.
D. TIMELINE AKSI
Adapun jadwal yang dibuat sebagai berikut:
1. Membuat rencana praktik aksi nyata meliputi jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan.
2. Menginformasikan / Mensosialisasikan adanya rencana tes MBK melalui group sekolah (Whatapps)
3. Melakukan koordinasi dengan bapak kepala sekolah dan mensosialisasikan proses tes MBK kepada rekan sejawat, pengurus 0SIS (pembina), Waka kesiswaan, bendahara serta murid-murid yang baru.
4. Tes MBK dilaksnakan sesuai jadwal.
5. Dokumentasi dan publikasi kegiatan praktik tes MBK melalui media sosial sekolah dan media sosial pribadi (nurainifikriblogspot.com) sebagai bentuk pembelajaran dan bukti pelaksanaan.
6. Evaluasi dan refleksi pelaksanaan praktik tes MBK
7. Tindak lanjut dan perbaikan proses MBK selanjutnya.
E. PERAN PENDUKUNG
Adapaun yang bertugas dalam tes MBK ini adalah:
1. Adi Kusmawan, S.Si (Waka Kesiswaan) sebagai pencetus ide dan ketua panitia
2. Muh.Saleh, S.Pd (Pembina osis) sebagai yang mengarahkan murid-murid apat mengambil peran dalam kegatan MBK tahun 2o22
3. Zharatun, S,Pd (Bendahara Umum) selaku pemantau dan pensupport dana kegiatan saat diperlukan sesuai budget anggaran yang ada.
4. Guru CGP
5. Murid-murid yang akan tes sebanyak 64 orang.
6. Mustakim, M.SE., MM (Bapak kepala sekolah ) sebagai pihak yang mewakili sebagai pembina.
F. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
Kegiatan tes MBK ini akan dilaksanakan di SMAS NW Anjani dalam waktu yang ditentukan yakni pada hari/taggal Rabu, o6 Juli 2o22, melibatkan Kepala sekolah, waka kesiswaan, pembina oSIS dengan pengurus dan anggota yang ditugaskan dalam membantu pelaksanaan tes MBK, bendahara sekolah serta dan murid-murid sebagai pihak pelaksana dan rekan guru sebagai motivator.
G. REFLEKSI (4F)
FACT (Peristiwa)
• Kegiatan tes MBK ini merupakan satu rangkain dalam sistem Penerimaan Peserta didik baru yang dilaksnakan oleh pihak sekolah melalui beberpa bantuan peran guru, pembina, wakil kepala sekolah guna mendapatkan data mengenai Minat, Bakat dan Keterampilan murid-murid yang baru untuk tahun pembeljaran ini (2o22-2o23). Terdapat 46 siswa dan siwi yang terlibat dalam tes ini. Kegiatan ini me;iputi tes dan Analisa yang menggambarkan kemampuan kognitif, karakteristik, minat serta keperibadian siswa terhadap bidang tertentu.
• Dengan mengetahui gambaran tentang Minat, Bakat dan Keperibadian murid-murid,
1.Sekolah (pengambil kebijakan dan guru) akan lebih mudah membimbing murid-murid kepada apa yang diminati sesuai dengann potensi yang dimiliki masing-masing murid.
2. Mengetahui sejak awal, potensi, hobi dan keperibadian murid-murid sehingga kedepannya gurupun dapat memetakan murid-murid dengan minat dan bakatnya, sehingga guru akan lebih peka dan peduli untuk meluangkan waktu dan perasaannya dalam mendengarkan suara, pilihan dan rasa kepemilikan murid-muridnya.
3.Menumbuhkan kepercayaan diri murid-murid untuk terhinar dari situasi seperti merasa tidak nyaman di kelas saat belajar karena merasa salah memilih jurusan atau bidang atau konsentrasi keilmuan.
4. Memberi peluang untuk murid-murid dapat merasakan sendiri hal-hal yang dapat menyemangati, membuat bahagia, dan menentramkan mereka atas hal-hal bermanfaat yang dapat mereka lakukan sesuai dengan kebutuhan mereka baik secara akademis maupun non-akademis.
• Adanya data dari hasil tes mengenai, data keperibadian, ketertarikan belajar dan karir, bakat dan ketermapilan, serta pemahaman dan pandangaN akan nilai-nilai kehidupan.
FEELING (Perasaan)
SAYA:
Perasaan saya sebagai yang juga mengikuti kegiatan ini sangat senang dan puas, karena kegiatan ini merupakan kali pertamanya dilakukan di sekolah dengan jumlah murid-murid yang baru sebanyak 46 orang, lebih banyak dibandingkan dua tahun lalu, saat pandemi berlangsung. Hal lainnya adalah mengenai adanya data MBK yang dapat membantu saya sebagai guru untuk lebih memvariasikan metode, konten, juga produk serta hal lainnya di dalam pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat juga membantu saya lebih pemperluas wawasan tentang bagaiman mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan murid-murid, seperti apa mereka harusnya bekerja dalam satu diskusi, proyek atau pembejaran sesuai dengan yang mereka pikirkan, rencanakan dan lakukan, dan bagaimana mereka menyukai, menyelesaikan dan bertanggung jawab atas apa yang mereka putuskan.
MURID:
Murid-murid (calon siswa-siswi SMAS NW Anjani yang mengikuti tes, merasa diperlakukan baik, dipedulikan dan diberikan ruang untuk mengenal kembali diri serta kebutuhan apa yang mereka benar-benar miliki untuk keperluan belajar ke depannya.
KEPALA SEKoLAH (SEKoLAH):
Kepala sekolah mengapresiasi dan merasa bangga atas ide dan tindakan untuk memebrikan layanan tes MBK ini kepada murid-murid. Hal ini dikarenakan dengan adanya informasi yang lengkap dan jelas dapat memebrikan beberapa pilihan alternatif untuk dijadikan pijakan bagikelanjutan Pendidikan mereka (murid-murid).
FINDING (Pembelajaran)
PEMBELAJARAN PoSITIF:
Ada komunikasi yang terbangun di dari satu individu yang memiliki ide yang kemudian diteruskan dalam bentuk kegiatan/program dengan tujuan mendapatkan data mengenai minat, bakat dak keperibadian murid, hal ini menjadi penting dan pelaksanannya lancar dan sukses meskipun baru untuk pertama kalinya dilaksnakan. Hal ini akan menadi asset/modal besar bagi perkembangan dan mutu Pendidikan di sekolah kami.
PEMBELAJARAN NEGATIF:
Keterbatasan dana menjadi satu hal yang tidak dapat dinafikan. Kedepannya diperlukan pos dana khusus/ alokasi dana khusus untuk lebih menjadikan kegiatan ini bermakna dan memebrikan efek luas mulai dari sebelum tes, saat tes, maupun setelah tes. Keterbatas ini menjadi catatan untuk kedepannya, sekolah juga perlu menjalin kerja sama dengan pemilik kursus atau Lembaga khusus yang menangani untuk tes dalam kegiatan menemukan/menggali bakat dan minat anak.
FUTURE (Penerapan ke Depan)
1.Rancangan rencana yang lebih matang dan melibatkan komponen/asset yang dimiliki sekolah. (sumber daya, sosial, fisik, politik, dan dana)
2.Mengevaluasi sampai mana kebermanfaatan/penggunaan dari data yang sudah ada (seberapa besar partisipasi guru menggunakan data yang ada dalam memperhatikan kebutuhan murid-murid).
3. Pelaksanaan yang lebih terarah dan berpihak pada murid.
I. PENUTUP
Kegiatan ini, menjadi salah satu bentuk penugasan yang meminta aksi nyata di modul 3.3, yang berisi tentang bagaimana suara, pilihan dan keterlibatan atau kepemilikan murid-murid dapat terwujud dengan baik sebagai bentuk untuk megembangkan pengetaian, keahlian dan sikap baik mereka.