Minggu, 28 Juni 2020

JIKA JODOHMU BELUM TAMPAK

Jika Jodohmu Belum Tampak
๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Katanya, jodoh itu ada. Namanya sudah tertulis di lauhul mahfuzh. Tertulis indah, namun tampak sulit untuk mengintip namanya. Karena itu sudah urusan rahasia Allah.

Katanya, jodoh itu unik. Dicari makin lari. Didiamkan membuat resah. Sedang jika ditunggu semakin membuat rindu.

Katanya, yang menikah muda adalah keberuntungan. Bisa menikmati indahnya halal di saat yang seusianya menghabiskan waktu untuk saling mencinta dengan cara yang haram.

Katanya, yang belum menikah di usia tua, harus bersabar dan banyak merelakan. Barangkali nama indah itu sedang memperbaiki diri untuk lebih layak bersanding. Atau sebab Allah ingin menguji seberapa besar ketaatan kita saat sendiri.

Katanya, jika jodoh belum juga tampak, jangan coba-coba menceburkan diri dalam maksiat. Barangkali besok kita mati, lantas habis sudah masa sendiri.

Katanya, meski mati-matian kita jaga orang yang kita cinta jika Allah mengatakan bukan jodoh, berpisah dan sakit hati adalah kepastian. Sementara dia, yang bahkan tak pernah saling bertatap muka bisa saling bersanding di KUA.

Namun, ini bukan hanya sekedar 'katanya'. Ini kepastian dari Allah. Jika jodohmu belum tampak batang hidungnya atau belum mau menemui ayah ke rumah; jangan resah. Allah lebih tahu yang terbaik. Sedangkan kita hanya suka berasumsi dan berburuk sangka. Yakinlah, ALLAH akan memberikan di waktu dan tempat yang tepat. Aamiin ๐Ÿคฒ

๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹๐ŸŽ‹
Telegram, AAM28122016, Nur' aini Fikri๐Ÿค—

Jumat, 26 Juni 2020

MUSLIMAH DILARANG GALAU

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh....

Muslimah Dilarang Galau...

Banyak orang yang galau karena jomblo. 
Tapi sebagai muslimah,kita tidak boleh galau
gegara itu. 
Karena jodoh takkan pernah tertukar.
Semua sudah tercatat dalam
lembaran di ¬Lauh al-Mahfudz sebelum
manusia dilahirkan. 

Yup,,,, yang penting tetap berusaha menjadi lebih baik dan terbaik untuk si jodoh.
Nah,,kalau misalnya ada yang tanya, “Kapan
kamu nikah?”
Jawab saja, “Jika sudah saatnya.”
Jika dia tanya lagi, “Siapa calon suamimu?”
Jawab lagi, “Aku belum tahu, sebab calon
suamiku masih disembunyikan oleh Allah.”

Dan, Allah telah berfirman dalam al-Qur’an:
“…wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-
laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah
untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (Q.S.
An-Nuur: 26)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya,
ialah diciptakannya untukmu pasangan hidup
dari jenismu sendiri supaya kamu
mendapatkan ketenangan hati. 
Dan dijadikannya kasih sayang diantara kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu menjadi
tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang
yang berfikir.” (Q.S. Ar-Ruum: 21)

Dan buat yang pernah disakiti dan dikhianati
oleh pacar juga jangan risau bin galau. 
Justru itu adalah tanda kasih sayang Allah kepada kita. 
Karena Allah tidak ingin kita terjerat dan
tersesat oleh tali syetan yang bernama
“Pacaran”. 
Kecuali pacaran setelah menikah
lho.. Itu baru boleh!
Nah, ingat selalu firman-Nya sebagai motivasi
kita:

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan
janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal
kamulah orang-orang yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang
beriman.” (Q.S. Ali Imran: 139)

“… Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu
berada…” (Q.S. Al-Hadiid: 4)
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-
Ra’d: 28)

Semoga bermanfaat...

๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️
Telegram, AAM28122016, Nur' aini Fikri➿

MENGEJAR PESAWAR ๐Ÿ›ฉ️

Mengejar pesawat, sebut saja begitu, iya, begitu saja ๐Ÿคช Perjalanan vacation di tengah "tugas" ku awali dari sini. Jadi waktu itu, saat perjalanan subuh, langit seperti tak kuasa membendung harunya, entah karena apa. Langit menangis tersedu-sedu, menumpahkan segala emosi, menjadikan suasana subuh semakin mendingin. 

Di sela-sela jalanan pagi yang mulai padat dan macet, aku mengendarai motor bebek ini, ya sebenarnya motonya milik Su Chan sih, tapi ya itu, karena aku yang nyetir jadi anggap saja aku yang punya, ๐Ÿคญ

Merangsek waktu, membelah jalanan yang basah, tergesa dan berpeluh asin, satu catatan awal yang kemudian mengingatkanku akan satu sosok SAHABAT yang sudahh rela ku rempongin untuk hal ini, so thank you so much buat my sohib Su Chan yang sudah mau berpacu waktu dan mengantarkanku hingga sampai waktu boarding tiba.

Aku takkan lupa, saat hujan menguyur kita, dan untungnya sebelum betul-betul mandi hujan, kau menawarkan mantel itu, sungguh jika tak ada itu, aku tak tau, akan jadi apa perjalananku. Saat hujan from JOGJA to DENPASAR_25 Maret 2018. Mengejar pesawat dengan napas pas-pasan plus keringat bercampur air hujan. Asin dan super basah๐Ÿ˜”. 

Entahlah... Rasanya bercampur aduk dan yang pasti, sampai landing di Denpasar,  aku sudah mulai masuk angin. Mual,  pusing dan berasa muntah. Yang parahnya lagi,  harus memilih bagasi, menunggu para kakak yang boarding dari Lombok,  serta menunggu pak driver yang akan menjemput. Dan juga, tentu saja sedih, karena jaket kelasku malah tertinggal di Waiting Room Bandar Udara Yogyakarta☹️. 

Satu catatan perjalanan luar negeri pertama, kuawali dari sini, mengejar pesawat saat hujan di langit yogyakarta.๐Ÿ“

KEMBALI BERPULANG KE RAHMATULLAH

*WAKTU ITU MILIK ALLAH, BAHKAN AJAL, JODOH, DAN RIZKI HANYA ALLAH BERPEGANGNYA*๐Ÿ˜ญ 

Sejak sore kemarin, saya berencana membuat kejutan (ngfrank) untuk ibu & para bibik tetangga ngelapak mamak di pasar, tapi sebelum saya melaksanakan aksi tersebut, subuh tadi saya merasa yang mendapat kejutan. Betapa tidak, saya mendapat telepon kalau ninik umi (nenek angkat) saya meninggal dunia. Kaget, tentu tidak bisa dihindari, plus menyesal, betapa tidak, saya mengunjungi beliau 6 bulan lalu, tepatnya di akhir tahun 2019, dan bahkan saat berlebaran saya tidak sungkem ke beliau๐Ÿ˜ญ 

Sejak magrib kamarin, anak kucing yg mengikuti saya dari pasar bahkan sampai subuh tadi, terus menangis, mengeong, lirih. Namun, setelah, saya mendapat telepon, si kucing tidak lagi menangis. Bahkan semalam, saat saya memikirkan, pakaian apa yg besok saya pergunakan ke pasar tuk berjualan, pikiran saya hanya jatuh pada baju hitam lengan panjang yang tersimpan di tumpukan baju paling bawah. Dan saat siang tadi saya di sini, betapa saya ingat, bahwasanya dua hari yang lalu, bacaan Alquran saya terus pada ayat- ayat yang menjelaskan awal mula adanya/kelahiran manusia, sejak awal sampai dijadikan awal lagi oleh ALLAH SWT, (sejak bayinya yang tidak mengerti apa-apa hingga tuanya yang juga seperti kembali bayi dengan tidak mengenal apa-apa๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Tapi, hal-hal itu, tidak sekalipun mengingatkan saya akan berpulangnya seseorang yang saya sayang. Ninik saya, Ninik Umi saya, Ninik HJ. MARHUMAH. Beliau, ninik angkat, yang dari beliau saya belajar banyak hal, termasuk akan KEPEMILIKAN WAKTU YANG ALLAH GAMBARKAN DARI TANGISAN KUCING, PAKAIAN HITAM, DAN TANAH BASAH SIANG INI ๐Ÿ˜ญ 

Kepada siapa kita berpulang selain kepada ALLAH. ALLAHlah tempat kita kembali, dari awal yang dibuat dari tanah dan kembali kepada tanah (sesuai sirah di dalam ALQUR'AN). 

Oleh Ninik saya ini, diangkat cucu sejak saya kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah) saat akan naik kelas 4, sejak itu, saya jarang kembali ke mamak dan bapak. Memasuki usia kelas 5-6 MI, kerusuhan besar di Pancor terjadi, finally, tepecah dua yang juga menyababkan saya harus tetap bersama ninik/kembali ke mamak bapak. 

Perjalanan panjang dimulai, sejak saya memilih bersama ninik, usia SMP saya yang harusnya di pesantren diurungkan & alhasil saya diungsikan sekolah ke SMP di Selong. Usia SMP, SMA & masuk kuliahan sampai tahun kedua, saya tidak memiliki teman (karena satu & lain hal), dan sejak masuk tahun ketiga & menjabat pengurus UKM serta selanjutnya BEM, saya bisa memiliki banyak teman. Tahun terakhir kuliah (skripsi), saya pamit kembali ke mamak bapak, dengan meninggalkan tentu segala kemudahan hidup (e.g kekayaan yang ninik saya punya), yang berarti saat saya kembali ke mamak bapak, saya harus bersiap hidup apa adanya bahkan sangat sederhana. Karena saya meninggalkan beliau, dengan mungkin LUKA, bahkan kemudian hampir 6 tahun tidak bersama๐Ÿ˜ญ

Lulus S1, mengajar, & melanjutkan pasca. Bertahun-tahun saya jarang kembali ke rumah Ninik, jarang kembali terlebih tidak menginginkan bisikan orang-orang luar yang berprasangka, kalau saya kembali untuk hanya menginginkan apa yg ada di beliau (kata-kata yg selalu sukses membuat enggan saya kembali pulang ke rumah ninik, rumah bermi, rumah masa kecil saya)๐Ÿ˜ญ Bahkan, saat saya berbesar hati kembali pertengahan tahun lalu, saya sudah mendapati beliau sakit, lumpuh & hanya tinggal di tenda efek trauma gempa 2018. Melihat kondisi itu, hati saya hancur, & pernah berjanji pada diri, kalau ninik mau tidur di dalam rumah, saya akan merawat & bersama beliau dengan sungguh-sungguh, sama seperti sewaktu saya kecil dulu.Tapi, janji hanya janji, kesibukan mengalahkan apa yang saya rencanakan, apa yang saya tujukan, bahkan sampai hari ini (saat beliau meninggal), saya mendapati beliau sudah diKAFANI, bersiap di SHOLATKAN, & tentu diKUBURKAN disamping kubur Ninik Abu, Kuburan yang sejak secil, sebelum berangkat sekolah, disetiap habis subuh, saya kunjungi bersama nik umi๐Ÿ˜ญ 

Disisa-sisa memori saya, sewaktu kecil tanpa teman, yang saya bisa lakukan adalah mengunjungi makan nik Abu dengan nik Umi setelah subuh setiap hari. Begitu saya mengisi hari sebelum berangkat sekolah. Bahkan, di waktu kecil, jika saya ingin memiliki banyak tabungan & uang saku, tentu sangat mudah, karena syarat yang diberikan ninik ada dua RAJIN SHOLAT BERJAMAAH dengan BELIAU & RAJIN IKUT BELIAU NYEKAR KE KUBUR NIK ABU๐Ÿ˜ญ 

Kegiatan yang bahkan saat sekarang ini, mungkin tidak banyak akan terulang karena kesibukan yang bahkan mungkin kesoksibukan saya. (Ingat sewaktu malam-malam di pertengajan tahun, saat ninik pertama saja kunjungi sejak balik studi pasca, beliau dengan wajah riangnya tergambar jelas karena saya kembali, & saya bilang, "nanti, kalau libur, rini temenin ninik nginep ya" & beliau sangat senang mendengar saya berujar begitu. Bahkan kemudian, karena janji saya itu di tiap akhir pekan, beliau meminta seseorang untuk menelpon saya, menanyakan "kapan saya akan menginap lagi?? Kapan? kapan?" Sampai hari ini ๐Ÿ˜ญ Tertanggal 16 mei - 06 juni, juz 19 hingga juz 24, tugas membaca setengah juz saya, dimana pada setiap surat ini ada ayat2 tentang penciptaan manusia hingga waktu dicabut ruh dan dibangkitkan dari kubur dan berkumpul di padang mahsar di akhir kelak. Dan hari ini, satu bukti, bahwa ALLAH MAHA BESAR... MAHA MEMPERLIHATKAN, betapa apa yang tidak terlintas pada hati dan pikiran, ALLAH BUKA, ALLAH TUNJUKKAN satu dari misteri kehidupan yang hanya ALLAH YANG TAHU, kapan dan dimana waktunya datang, *MATI* ๐Ÿ˜ญ 

Allah lapangkan kubur Ninik, ampun dosa salah beliau, dan mendapatkan surga bigairi hisab. Bersama Ninik Abu (H. ABD. QADIR MA'ARIF, yang telah lama berpulang di tahun 1996, ๐Ÿ˜ญ). ///INNALILLAHIWAINNAILAHIRAJIUN/// ๐Ÿค 

MENGHARAPKAN CALON SUAMI

Tentang AAM, yang lahir 26 Desember 2016 dengan tampa saya ketahui, siapa creternya, dan waktu itu, saya juga lupa, moment saat dimana saya mulai menyukai AAM, yang pasti, saya menyukai apa yang dipesankannya melalui huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat yang terangkai penuh makna, menghujam dalam, menguatkan dan membuat jatuh cinta. Sayangnya, tidak pertahan lama, akun ini, terhempas, jatuh dan bahkan saya sendiri tidak lagi menemukan, napas kehidupan di dalamnya. Demi dia, yang menjadikan ini ada, dan menjadi ruang belajar untuk saya dan banyak orang, saya mulai mengumpulkan kembali, apa yang bermakna dari yang terserak diam. Suatu saat nanti, jika waktunya kembali, semoga ini akan menjadi amal saya dan dia, yang sampai saya menuliskan ini, sayapun tak tahu, siapa sebenarnya dia. BISMILLAH ❤️

๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘ณ

Tak perlu mengejar calon suami yang kaya raya.
Tak perlu mengejar calon suami yang ganteng wajahnya.
Tak perlu mengejar calon suami yang atletis tubuhnya.
Tak perlu mengejar calon suami yang banyak hartanya.
Tak perlu mengejar calon suami yang punya mobil mewah.
Tak perlu mengejar calon suami yang punya rumah megah.
.
Tapi berharaplah seorang calon suami yang bagus akhlaknya, seorang calon suami yang taat Agamanya.
Dan berharaplah seorang calon suami yang siap menjadi 'IMAM'.
.
Kelak ia bisa membimbingmu pada kebaikan dunia dan akhirat. 
Kelak ia bisa mengantarkanmu pada jalan yang diridhai-Nya.
Kelak ia bisa mengayomi dan melindungimu beserta anak-anakmu.
Kelak ia bisa mengingatkanmu ketika lalai dalam beribadah kepada-Nya.
Kelak ia bisa menasehatimu dengan ramah ketika engkau berbuat khilaf.
Kelak ia bisa meluruskan akalmu dengan penuh kelembutan.
Kelak ia bisa menegurmu ketika engkau lupa pada tanggung jawab dan kewajibanmu sebagai seorang Isteri.
Kelak ia bisa memaafkanmu dengan penuh ketulusan ketika engkau berbuat salah.
.
Karena hanya calon yang demikianlah yang dapat membangun sebuah keluarga yang sakinah,mawaddah warahmah yang akan berada dalam naungan-Nya..insya ALLAH...
๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’
Telegram, AAM26122016, Nur' aini Fikri ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

MY NAME IS...

Hi temans, perkenalkan, nama saya RINI lengkapnya Nur' aini Fikri๐Ÿ˜Š. Nah loh, dari mana gitu dapat nama Rini๐Ÿค”? Jika dirunut, ceritanya bakalan panjang, sepanjang perjalanan usia kanak-kanak saya๐Ÿ˜„. Pada kesempatan lainnya, saya akan bercerita disini, di blog ini, tentang nama ini๐Ÿ˜. Sekarang, selamat datang di sini, dan terima kasih, sudah mau menjadi temans saya❤️

Tes Minat, Bakat, & Kepribadian sebagai Istrument Suara, Pilihan & Kepemilikan Murid di SMAS NW Anjani Lombok Timur.

TUGAS: 3.3.a.10- Aksi Nyata Tes Minat, Bakat dan Keperibadian - MBK (Program yang Berdampak Pada Murid) Nur` aini Fikri, S.Pd., ...