Senin, 06 Juli 2020

KETENANGAN HATI❤️

Hati, siapakah yang tidak memiliki? Semua mahkluk hidup nan bernyawa bernama manusia memiliki hati. Hati yang senantiada membersamai dalam setiap hal, baik saat lalai mengingat ALLAH ataupun saat menghiba menghamba atas segala asa kepadaNya. Hati, yang hanya dengan mengingatNyalah akan tenang.
 
๐Ÿƒ๐Ÿ’•KETENANGAN HATI๐Ÿƒ๐Ÿ’•

๐Ÿ‚Hati atau roh adalah hakikat kejadian manusia, kerana itu ia diberi keupayaan untuk merasa senang dan susah. Ia sangat sensitif terhadap apa yang berlaku, yang didengar, dilihat dan dirasai. Dari sanalah ia menentukan sikap manusia sama ada positif atau negatif.

๐Ÿ‚Memang hakikat penciptaan hati oleh Allah SWT adalah suatu yang maha ajaib. Kelajuan perjalanan hati tidak terhitung dan ruang gerakannya tiada had. Hati atau roh tidak mati sewaktu jasad lahir (fizikal) manusia mati. Hati berpindah ke alam Barzakh dan seterusnya ke akhirat. 

๐Ÿ‚Bagi orang mukmin yang suci hatinya, dia dapat melihat di syurga kelak, itulah dia hati manusia.Ia juga disebut roh. Tempatnya ialah di dalam hati jasmani. Hati rohaniah ini umpama burung yang bersangkar di dalam hati jasmaniah.

๐Ÿ‚Hati manusia berbeda dengan hati hewan kareana hati manusia boleh menerima perintah dan larangan, ia disebut rohul amri. Manakala tidak bersifat demikian, ia disebut rohul hayah.

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya di dalam diri manusia itu ada segumpal daging. Jika baik daging itu, baiklah manusia. Jika jahat daging itu jahatlah manusia. Ketahuilah, itulah hati.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

๐Ÿ‚Hati itu Raja, Perlu dibajai dengan Taqwa. Dengan kebolehan dan kuasa yang penting. Hati seolah-olah raja yang bertakhta didalam diri manusia. Dialah yang menentukan baik buruk manusia.

๐Ÿ‚Akal adalah penasihatnya. Anggota-anggota lahir adalah rakyat jelatanya yang taat kepada arahannya. Nafsu dan syaitan adalah musuhnya. Demikian struktur kerja yang berlaku dalam diri manusia.

๐Ÿ‚Kita mesti memahami dan memberi perhatian penting pada persoalan ini, karena baik jahatnya kita bergantung pada hati serta pengurusan kita dalam hati.

๐Ÿ‚Siapa mengabaikan urusan hati, artinya membiarkan dirinya berjalan dalam gelap. Nasibnya belum tentu selamat dunia dan akhirat. Hati bisa dididik. Firman Allah: “Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah siapa yang mengotorinya.” (As –Syams: 9)

Firman-Nya lagi, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersih diri (dengan beriman )Dan dia ingat nama tuhannya lalu dia sembahyang.” (Al–Ala: 14–15)

Firman Allah seterusnya, “Pada hari itu, tidak berguna lagi harta, anak-anak dan isteri atau suami. Kecuali mereka yang pergi menghadap Allah membawa hati yang selamat.” (Asy–Syuara: 88-89)

Hati manusia, kuncinya mengingat ALLAH, ๐Ÿคฒ

๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ
http://telegram.me/joinchat/AvfAbkFc5YNpPjKkrVrg, AAM, Nur' aini Fikri ❤️

Minggu, 05 Juli 2020

SEMUA ADA WAKTUNYA

Tentang waktu yang kita miliki, saat yang lalu, saat ini, dan jika kita memilikinya di hari esok bahkan di waktu yang akan datang. Kesemuanya itu bermula dari yang satu, Allah SWT, hanya padaNya, semua kembaliNya. 
๐Ÿ•๐Ÿ•œ๐Ÿ• ๐Ÿ•๐Ÿ••๐Ÿ•Ÿ๐Ÿ•’๐Ÿ•œ๐Ÿ•๐Ÿ•๐Ÿ•๐Ÿ•›๐Ÿ• ๐Ÿ••๐Ÿ•ก
ALLAH Sang Pencipta
Maha Tau SegalaNya
Semua Ada Waktunya

•Lahir Ada Waktunya
•Hidup Ada Waktunya
•Sehat Ada Waktunya 
•Umur Ada Waktunya

•Tua Ada Waktunya
•Sakit Ada Waktunya
•Derita Ada Waktunya
•Mati Ada Waktunya

•Sukses Ada Waktunya
•Harta Ada Waktunya 
•Kaya Ada Waktunya
•Makmur Ada Waktunya

•Miskin Ada Waktunya
•Musibah Ada Waktunya
•Bencana Ada Waktunya
•Hujan Ada Waktunya

•Panas Ada Waktunya
•Makan Ada Waktunya
•Minum Ada Waktunya
•Musuh Ada Waktunya

•Teman Ada Waktunya
•Happy Ada Waktunya
•Gembira Ada Waktunya
•Bahagia Ada Waktunya

•Seneng Ada Waktunya
•Susah Ada Waktunya
•Jatuh Ada Waktunya
•Sedih Ada Waktunya

•Menikah Ada Waktunya
•Sendirian Ada Waktunya
•Pasangan Ada Waktunya
•Intim Badan Ada Waktunya

•Anak Ada Waktunya
•Rejeki Ada Waktunya
•Amarah Ada Waktunya
•Sayang Ada Waktunya

•Cinta Ada Waktunya
•Suka Cita Ada Waktunya
•Belajar Ada Waktunya
•Rajin Ada Waktunya

•Pintar Ada Waktunya
•Malas Ada Waktunya
•Benci Ada Waktunya
•Sombong Ada Waktunya

•Setia Ada Waktunya
•Jujur Ada Waktunya
•Bohong Ada Waktunya
•Sabar Ada Waktunya

•Serakah Ada Waktunya
•Pasrah Ada Waktunya
•Ikhlas Ada Waktunya
•Sosial Ada Waktunya

•Istrahat Ada Waktunya
•Tidur Ada Waktunya
•Mimpi Ada Waktunya
•Bangun Ada Waktunya

•Kerja Ada Waktunya
•Olahraga Ada Waktunya
•Masak Ada Waktunya
•Mandi Ada Waktunya

•BAB Pipis Ada Waktunya
•Ketawa Ada Waktunya
•Menangis Ada Waktunya
•Nasib Ada Waktunya

•Jodoh Ada Waktunya
•Takdir Ada Waktunya 
•Membantu Ada Waktunya
•Menolong Ada Waktunya

•Bersyukur Ada Waktunya
•Berdo'a setiap waktu
•dan lain lainya
•Ada waktunya!!!

Sadarlah Sebelum Terlambat
Segala Sesuatu Semuanya
Ada WAKTUNYA, Sebelum
Suatu Hari Kita Di Panggil
Tuhan, Kita Baru Menyesal
Terlambat Saudaraku !!!

Ingatlah 
Waktu Berjalan Terus 
Begitu Juga Umur Manusia 
Tidak Ada Yang TAU 
Contoh Hari Ini 
Kita Ngobrol 
Bercanda TAWA
Besok Dipanggil TUHAN
Baru Mau BERBUAT Baik
Bahkan Mungkin sudah Terlambat.

Saudaraku !!!
Lakukanlah Apa YANG
Bisa Kita Perbuat Sekarang
Di Kehidupan Sekarang
Jangan Menunda Waktu...

Semoga sang Maha Pemberi Waktu
SELALU SENANTIASA MEMBERSAMAI
Apapun keadaan kita
BersamaNya.

Aamiin ya Rabb๐Ÿคฒ

❤️❤️❤️ALLAHUAKBAR❤️❤️❤️

๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ
https://telegram.me/joinchat/AvfAbkFc5nxYNpPjKkrVrg, AAM, Nur' Aini Fikri❤️

Sabtu, 04 Juli 2020

CINTAI AKU KARENA ALLAH

Temans, masih ingat ada judul nyanyi yang  penggalan lantunanya sama dengan judul dari tulisan ini? Saat itu, betapa lagu tersebut menjadi terkenal dikarenakan bait-bait yang disajikannya menjadi seseatu yang mampu mengetuk hati. Menjadikan kata cinta yang banyak dijumpai muda-mudi kebanyakan menjadi lebih sakral dari hanya makna cinta yang diumbar sembarang, bahkan lebih, karena sejatinya cinta yang ada pada dua insan adalah pertumbukan cinta yang harusnya didasarkan pada cinta TUHAN semata, ALLAH SWT. 
 
๐Ÿต️~~~~~~~~~~~๐Ÿ˜~~~~~~~~~~~๐Ÿต️

#CINTAI #AKU #KARENA #ALLAH
1. Pilihlah Karena Agama
Sebagaimana Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya,,,
lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.”
(Muttafaqun ‘Alaihi).

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun,,,

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman,,,
Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu”
(QS. Al Baqarah : 221).

Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman:
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik,,,
dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”
(QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya,, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia,,,
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”
(HR. Muslim).

2. Berilmu dan Memiliki Akhlaq

Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami,,,
maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama,,,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka nikahkanlah ia,,,
Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.”
(HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar taqwa dan akhlak,,,
serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian,,,
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan,,, Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya,,, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An Nur : 32).

Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketaqwaan dan keshalihan akhlak,,,
Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya,,,
sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga,,,
dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah,,,

Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai,
maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu:

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan)
jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.”
(HR. Muslim).

Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketaqwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki : “Nikahkanlah putrimu dengan laki-laki yang bertaqwa,,, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya,,, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendhaliminya.”

Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya,,,

3. Yang Ringan Dalam Perkara Maharnya

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
“Disunnahkan meringankan mahar dan tidak melebihi mahar yang diperoleh para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anak-anaknya,,, ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: ‘Wanita yang paling besar keberakahannya ialah yang paling ringan maharnya.’ Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
‘Sebaik-baik mereka (wanita) ialah yang paling mudah maharnya.’
Dari al-Hasan al-Bashri, ia menuturkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Nikahkanlah kaum wanita dengan kaum pria, tapi jangan bermahal-mahal dalam mahar.” ‘Umar bin al-Khaththab berkhutbah kepada manusia dengan pernyataannya:
‘Ingatlah, janganlah kalian bermahal-mahal dalam mahar wanita,,, Sebab, seandainya (bermahal-mahal dalam) mahar itu termasuk suatu kemuliaan di dunia atau merupakan ketaqwaan di sisi Allah,
pastilah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling utama di antara kalian (dalam hal ini), (namun) beliau tidak pernah memberi mahar kepada seseorang dari istri-istrinya dan tidak pula meminta mahar untuk seseorang dari putri-putrinya lebih dari 12 auqiyah (ons) perak.’
At-Tirmidzi menilainya sebagai hadits shahih.”

4. Tujuan Utama Pernikahan adalah Taqwa

Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla,,, dan berbuat baik kepada sesama manusia,,,
Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadahan,,, berumah tangga juga termasuk amal shalih di samping ibadah,,,
dan amal-amal shalih yang lain,,,
bahkan berhubungan suami isteri pun termasuk ibadah,,,

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

…ูˆَูِูŠ ุจُุถْุนِ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ุตَุฏَู‚َุฉٌ، ู‚َุงู„ُูˆْุง: ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ، ุฃَูŠَุฃْุชِูŠ ุฃَุญَุฏُู†َุง ุดَู‡ْูˆَุชَู‡ُ ูˆَูŠَูƒُูˆْู†ُ ู„َู‡ُ ูِูŠْู‡َุง ุฃَุฌْุฑٌ؟ ู‚َุงู„َ: ุฃَุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ู„َูˆْ ูˆَุถَุนَู‡َุง ูِูŠ ุญَุฑَุงู…ٍ، ุฃَูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠْู‡َุง ูˆِุฒْุฑٌ؟ ูَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุฅِุฐَุง ูˆَุถَุนَู‡َุง ูِูŠ ุงู„ْุญَู„ุงَู„ِ ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฃَุฌْุฑٌ.

“…Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan istrinya adalah shadaqah!”
(Mendengar sabda Rasulullah, para Shahabat keheranan) lalu bertanya:
“Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap istrinya akan mendapat pahala?”
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah ia berdosa?
Begitu pula jika ia bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.”

Maka sejatinya,,,
Pernikahan yang membahagiakan itu adalah Pernikahan yang mampu mengantarkan menuju ketaqwaan,,,

Semoga Allah berikan kepada kita semua Suami/istri yang shalih/shalihah,,,
Bersama2 mengarungi bahtera rumah tangga dengan dasar ibadah dan bertaqwa kepada Allah,,,
Sehingga dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, barokah fiddun ya wal akhirah,,,

AAMIIN YAA RABBAL ALAMIIN 

๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️๐Ÿต️
https://telegram.me/joinchat/AvfAbkFc5nxYNpPjKkrVrg . AAM, Nur' aini Fikri๐ŸŒป

Tes Minat, Bakat, & Kepribadian sebagai Istrument Suara, Pilihan & Kepemilikan Murid di SMAS NW Anjani Lombok Timur.

TUGAS: 3.3.a.10- Aksi Nyata Tes Minat, Bakat dan Keperibadian - MBK (Program yang Berdampak Pada Murid) Nur` aini Fikri, S.Pd., ...