Hati, siapakah yang tidak memiliki? Semua mahkluk hidup nan bernyawa bernama manusia memiliki hati. Hati yang senantiada membersamai dalam setiap hal, baik saat lalai mengingat ALLAH ataupun saat menghiba menghamba atas segala asa kepadaNya. Hati, yang hanya dengan mengingatNyalah akan tenang.
๐๐KETENANGAN HATI๐๐
๐Hati atau roh adalah hakikat kejadian manusia, kerana itu ia diberi keupayaan untuk merasa senang dan susah. Ia sangat sensitif terhadap apa yang berlaku, yang didengar, dilihat dan dirasai. Dari sanalah ia menentukan sikap manusia sama ada positif atau negatif.
๐Memang hakikat penciptaan hati oleh Allah SWT adalah suatu yang maha ajaib. Kelajuan perjalanan hati tidak terhitung dan ruang gerakannya tiada had. Hati atau roh tidak mati sewaktu jasad lahir (fizikal) manusia mati. Hati berpindah ke alam Barzakh dan seterusnya ke akhirat.
๐Bagi orang mukmin yang suci hatinya, dia dapat melihat di syurga kelak, itulah dia hati manusia.Ia juga disebut roh. Tempatnya ialah di dalam hati jasmani. Hati rohaniah ini umpama burung yang bersangkar di dalam hati jasmaniah.
๐Hati manusia berbeda dengan hati hewan kareana hati manusia boleh menerima perintah dan larangan, ia disebut rohul amri. Manakala tidak bersifat demikian, ia disebut rohul hayah.
Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya di dalam diri manusia itu ada segumpal daging. Jika baik daging itu, baiklah manusia. Jika jahat daging itu jahatlah manusia. Ketahuilah, itulah hati.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
๐Hati itu Raja, Perlu dibajai dengan Taqwa. Dengan kebolehan dan kuasa yang penting. Hati seolah-olah raja yang bertakhta didalam diri manusia. Dialah yang menentukan baik buruk manusia.
๐Akal adalah penasihatnya. Anggota-anggota lahir adalah rakyat jelatanya yang taat kepada arahannya. Nafsu dan syaitan adalah musuhnya. Demikian struktur kerja yang berlaku dalam diri manusia.
๐Kita mesti memahami dan memberi perhatian penting pada persoalan ini, karena baik jahatnya kita bergantung pada hati serta pengurusan kita dalam hati.
๐Siapa mengabaikan urusan hati, artinya membiarkan dirinya berjalan dalam gelap. Nasibnya belum tentu selamat dunia dan akhirat. Hati bisa dididik. Firman Allah: “Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah siapa yang mengotorinya.” (As –Syams: 9)
Firman-Nya lagi, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersih diri (dengan beriman )Dan dia ingat nama tuhannya lalu dia sembahyang.” (Al–Ala: 14–15)
Firman Allah seterusnya, “Pada hari itu, tidak berguna lagi harta, anak-anak dan isteri atau suami. Kecuali mereka yang pergi menghadap Allah membawa hati yang selamat.” (Asy–Syuara: 88-89)
Hati manusia, kuncinya mengingat ALLAH, ๐คฒ
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
http://telegram.me/joinchat/AvfAbkFc5YNpPjKkrVrg, AAM, Nur' aini Fikri ❤️
Tidak ada komentar:
Posting Komentar