Di sela-sela jalanan pagi yang mulai padat dan macet, aku mengendarai motor bebek ini, ya sebenarnya motonya milik Su Chan sih, tapi ya itu, karena aku yang nyetir jadi anggap saja aku yang punya, 🤭
Merangsek waktu, membelah jalanan yang basah, tergesa dan berpeluh asin, satu catatan awal yang kemudian mengingatkanku akan satu sosok SAHABAT yang sudahh rela ku rempongin untuk hal ini, so thank you so much buat my sohib Su Chan yang sudah mau berpacu waktu dan mengantarkanku hingga sampai waktu boarding tiba.
Aku takkan lupa, saat hujan menguyur kita, dan untungnya sebelum betul-betul mandi hujan, kau menawarkan mantel itu, sungguh jika tak ada itu, aku tak tau, akan jadi apa perjalananku. Saat hujan from JOGJA to DENPASAR_25 Maret 2018. Mengejar pesawat dengan napas pas-pasan plus keringat bercampur air hujan. Asin dan super basah😔.
Entahlah... Rasanya bercampur aduk dan yang pasti, sampai landing di Denpasar, aku sudah mulai masuk angin. Mual, pusing dan berasa muntah. Yang parahnya lagi, harus memilih bagasi, menunggu para kakak yang boarding dari Lombok, serta menunggu pak driver yang akan menjemput. Dan juga, tentu saja sedih, karena jaket kelasku malah tertinggal di Waiting Room Bandar Udara Yogyakarta☹️.
Satu catatan perjalanan luar negeri pertama, kuawali dari sini, mengejar pesawat saat hujan di langit yogyakarta.📝
Tidak ada komentar:
Posting Komentar