Jumat, 26 Juni 2020

KEMBALI BERPULANG KE RAHMATULLAH

*WAKTU ITU MILIK ALLAH, BAHKAN AJAL, JODOH, DAN RIZKI HANYA ALLAH BERPEGANGNYA*😭 

Sejak sore kemarin, saya berencana membuat kejutan (ngfrank) untuk ibu & para bibik tetangga ngelapak mamak di pasar, tapi sebelum saya melaksanakan aksi tersebut, subuh tadi saya merasa yang mendapat kejutan. Betapa tidak, saya mendapat telepon kalau ninik umi (nenek angkat) saya meninggal dunia. Kaget, tentu tidak bisa dihindari, plus menyesal, betapa tidak, saya mengunjungi beliau 6 bulan lalu, tepatnya di akhir tahun 2019, dan bahkan saat berlebaran saya tidak sungkem ke beliau😭 

Sejak magrib kamarin, anak kucing yg mengikuti saya dari pasar bahkan sampai subuh tadi, terus menangis, mengeong, lirih. Namun, setelah, saya mendapat telepon, si kucing tidak lagi menangis. Bahkan semalam, saat saya memikirkan, pakaian apa yg besok saya pergunakan ke pasar tuk berjualan, pikiran saya hanya jatuh pada baju hitam lengan panjang yang tersimpan di tumpukan baju paling bawah. Dan saat siang tadi saya di sini, betapa saya ingat, bahwasanya dua hari yang lalu, bacaan Alquran saya terus pada ayat- ayat yang menjelaskan awal mula adanya/kelahiran manusia, sejak awal sampai dijadikan awal lagi oleh ALLAH SWT, (sejak bayinya yang tidak mengerti apa-apa hingga tuanya yang juga seperti kembali bayi dengan tidak mengenal apa-apa😭😭😭 Tapi, hal-hal itu, tidak sekalipun mengingatkan saya akan berpulangnya seseorang yang saya sayang. Ninik saya, Ninik Umi saya, Ninik HJ. MARHUMAH. Beliau, ninik angkat, yang dari beliau saya belajar banyak hal, termasuk akan KEPEMILIKAN WAKTU YANG ALLAH GAMBARKAN DARI TANGISAN KUCING, PAKAIAN HITAM, DAN TANAH BASAH SIANG INI 😭 

Kepada siapa kita berpulang selain kepada ALLAH. ALLAHlah tempat kita kembali, dari awal yang dibuat dari tanah dan kembali kepada tanah (sesuai sirah di dalam ALQUR'AN). 

Oleh Ninik saya ini, diangkat cucu sejak saya kelas 3 MI (Madrasah Ibtidaiyah) saat akan naik kelas 4, sejak itu, saya jarang kembali ke mamak dan bapak. Memasuki usia kelas 5-6 MI, kerusuhan besar di Pancor terjadi, finally, tepecah dua yang juga menyababkan saya harus tetap bersama ninik/kembali ke mamak bapak. 

Perjalanan panjang dimulai, sejak saya memilih bersama ninik, usia SMP saya yang harusnya di pesantren diurungkan & alhasil saya diungsikan sekolah ke SMP di Selong. Usia SMP, SMA & masuk kuliahan sampai tahun kedua, saya tidak memiliki teman (karena satu & lain hal), dan sejak masuk tahun ketiga & menjabat pengurus UKM serta selanjutnya BEM, saya bisa memiliki banyak teman. Tahun terakhir kuliah (skripsi), saya pamit kembali ke mamak bapak, dengan meninggalkan tentu segala kemudahan hidup (e.g kekayaan yang ninik saya punya), yang berarti saat saya kembali ke mamak bapak, saya harus bersiap hidup apa adanya bahkan sangat sederhana. Karena saya meninggalkan beliau, dengan mungkin LUKA, bahkan kemudian hampir 6 tahun tidak bersama😭

Lulus S1, mengajar, & melanjutkan pasca. Bertahun-tahun saya jarang kembali ke rumah Ninik, jarang kembali terlebih tidak menginginkan bisikan orang-orang luar yang berprasangka, kalau saya kembali untuk hanya menginginkan apa yg ada di beliau (kata-kata yg selalu sukses membuat enggan saya kembali pulang ke rumah ninik, rumah bermi, rumah masa kecil saya)😭 Bahkan, saat saya berbesar hati kembali pertengahan tahun lalu, saya sudah mendapati beliau sakit, lumpuh & hanya tinggal di tenda efek trauma gempa 2018. Melihat kondisi itu, hati saya hancur, & pernah berjanji pada diri, kalau ninik mau tidur di dalam rumah, saya akan merawat & bersama beliau dengan sungguh-sungguh, sama seperti sewaktu saya kecil dulu.Tapi, janji hanya janji, kesibukan mengalahkan apa yang saya rencanakan, apa yang saya tujukan, bahkan sampai hari ini (saat beliau meninggal), saya mendapati beliau sudah diKAFANI, bersiap di SHOLATKAN, & tentu diKUBURKAN disamping kubur Ninik Abu, Kuburan yang sejak secil, sebelum berangkat sekolah, disetiap habis subuh, saya kunjungi bersama nik umi😭 

Disisa-sisa memori saya, sewaktu kecil tanpa teman, yang saya bisa lakukan adalah mengunjungi makan nik Abu dengan nik Umi setelah subuh setiap hari. Begitu saya mengisi hari sebelum berangkat sekolah. Bahkan, di waktu kecil, jika saya ingin memiliki banyak tabungan & uang saku, tentu sangat mudah, karena syarat yang diberikan ninik ada dua RAJIN SHOLAT BERJAMAAH dengan BELIAU & RAJIN IKUT BELIAU NYEKAR KE KUBUR NIK ABU😭 

Kegiatan yang bahkan saat sekarang ini, mungkin tidak banyak akan terulang karena kesibukan yang bahkan mungkin kesoksibukan saya. (Ingat sewaktu malam-malam di pertengajan tahun, saat ninik pertama saja kunjungi sejak balik studi pasca, beliau dengan wajah riangnya tergambar jelas karena saya kembali, & saya bilang, "nanti, kalau libur, rini temenin ninik nginep ya" & beliau sangat senang mendengar saya berujar begitu. Bahkan kemudian, karena janji saya itu di tiap akhir pekan, beliau meminta seseorang untuk menelpon saya, menanyakan "kapan saya akan menginap lagi?? Kapan? kapan?" Sampai hari ini 😭 Tertanggal 16 mei - 06 juni, juz 19 hingga juz 24, tugas membaca setengah juz saya, dimana pada setiap surat ini ada ayat2 tentang penciptaan manusia hingga waktu dicabut ruh dan dibangkitkan dari kubur dan berkumpul di padang mahsar di akhir kelak. Dan hari ini, satu bukti, bahwa ALLAH MAHA BESAR... MAHA MEMPERLIHATKAN, betapa apa yang tidak terlintas pada hati dan pikiran, ALLAH BUKA, ALLAH TUNJUKKAN satu dari misteri kehidupan yang hanya ALLAH YANG TAHU, kapan dan dimana waktunya datang, *MATI* 😭 

Allah lapangkan kubur Ninik, ampun dosa salah beliau, dan mendapatkan surga bigairi hisab. Bersama Ninik Abu (H. ABD. QADIR MA'ARIF, yang telah lama berpulang di tahun 1996, 😭). ///INNALILLAHIWAINNAILAHIRAJIUN/// 🀍 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tes Minat, Bakat, & Kepribadian sebagai Istrument Suara, Pilihan & Kepemilikan Murid di SMAS NW Anjani Lombok Timur.

TUGAS: 3.3.a.10- Aksi Nyata Tes Minat, Bakat dan Keperibadian - MBK (Program yang Berdampak Pada Murid) Nur` aini Fikri, S.Pd., ...